Sahrul
Suara bel mengganggu keasyikan Mama.Sambil mengeluh Mama beranjak dari sofa.Dilemparkan majalah yang sedang dibaca diatas meja,kemudian dengan enggan dia melangkah kepintu.
“selamat pagi,Bu…”
“Pagi,”
Sahut Mama pada anak laki-laki yang berdiri dihadapannya,”Mau bertemu Bram? Sayang sekali bram sudah pergi ke lapangan bola.”
“Bola,Bu.saya dating kesini bukan mau ketemu Bram,tapi ingin bertemu Ibu,”Sahut anak itu sambil tersenyum.”
“Dengan saya?”Tanya Mama sambil menunjukkan dirinya sendiri.
“ya,Bu.Saya mau menawarkan sabun cuci sama Ibu.Sabun buatan sendiri,Bu.Harganya murah.Dijamin mutunya tidak kalah dengan buatan pabrik,”kata anak itu dengan Fasih.
Dia segera mengeluarkan sebungkus sabun cuci dari dalam tasnya.Mama menatap anak itu sesaat dengan tatapan heran,kemudian menggeleng diiringi desisan berat dibibirnya.”Maaf.saya tidak berniat membeli sabun.”
Mama menggangguk leher.Dia mengawasi anak itu dengan rasa kasihan.Bajunya terlihat sederhana sekali,tetapi bersih.Dan ketika melihat anak itu berjalan pincang,wajah Mama semakin merasa iba.”ah,maafkan saya.Saya tidak tau kalau kamu cacat.”
Anak itu berpaling,lalu tersenyum kecut.Mama merasa tidak enak dengan ucapannya sendiri.Dia takut anak itu tersinggung.segera ia berkata,”saya tidak bermaksud apa-apa,Cuma kagum saja.Apa kamu tidak merasa berbeda dengan anak lain karena cacat ditubuhmu itu?”
Anak itu menggeleng,lalu berkata ,”Saya tidak merasa berbeda dengan mereka.kalau tidak,tentu saya tidak berada disini.Permisi,Bu,”
Anak itu melangkah meninggalkan rumah Bram untuk menawarkan barang jualannya kepada orang lain.
DAPATKAN JUGA SERIAL HD(HIGH DEFINITIONS) MOVIE Harry Potter and the Deathly Hallows



























3 komentar:
sabar ya sob.. hahahhahahahha...
hahaha...
nakal....
ok lah...
saya akan bersabar....
makasih ya gan untuk infonya
Posting Komentar